Fakultas Peternakan UNS Hadirkan Chickin Goes to Campus, Jembatani Teori Kelas dengan Praktik Industri Peternakan Digital

Surakarta, 31 Agustus 2026 – Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Chickin Goes to Campus pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri peternakan. Kegiatan yang menghadirkan praktisi dari Chickin Indonesia—perusahaan agritech yang fokus pada pengelolaan peternakan ayam pedaging berbasis teknologi—ini bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman langsung kepada mahasiswa di luar ruang kelas.

Dekan Fakultas Peternakan UNS, Prof.  Lilik Retna Kartikasari, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa perkuliahan di kelas memang sangat penting untuk membangun dasar keilmuan mahasiswa. Namun, mahasiswa juga perlu mendapatkan wawasan dan pengalaman di luar perkuliahan, melalui kuliah tamu, seminar, workshopsharing session, maupun interaksi langsung dengan dunia industri. Kegiatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat implementasi Kurikulum Kampus Berdampak yang mendorong mahasiswa untuk belajar tidak hanya dari dosen, tetapi juga dari praktisi industri.

Semarakkan Kelas dengan Wawasan Industri Nyata

Rangkaian kegiatan Chickin Goes to Campus menghadirkan materi yang relevan dengan sejumlah mata kuliah di Fakultas Peternakan UNS. Para narasumber—Ridho Bayu Nugroho, Aji Nugrahanto, Ammar, dan Syifa—membawakan sesi yang mengupas tiga tema utama.

Pertama, pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) yang menjadi salah satu fokus dalam mata kuliah seperti Sosial Ekonomi Peternakan dan Kebijakan Peternakan. Mahasiswa diajak memahami bagaimana industri peternakan modern tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem dan menjawab tantangan pangan masa depan.

Kedua, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam industri perunggasan, yang berkaitan erat dengan mata kuliah Teknologi Produksi Ternak UnggasManajemen Ternak, serta Sistem Produksi Ternak. Chickin Indonesia telah mengembangkan solusi berbasis IoT untuk monitoring kandang, manajemen pakan, dan otomasi operasional peternakan. Mahasiswa diperkenalkan pada penerapan teknologi ini secara langsung—mulai dari sistem monitoring suhu dan kelembaban kandang, hingga pengambilan keputusan berbasis data.

Ketiga, pengembangan bisnis dan kemitraan yang menjadi bagian dari mata kuliah Kewirausahaan Peternakan dan Manajemen Agribisnis. Chickin dikenal memiliki ekosistem kemitraan dengan banyak mitra peternak di seluruh Indonesia, serta telah dipercaya sebagai supplier ayam di berbagai perusahaan. Sesi ini membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier dan usaha di sektor peternakan yang semakin terintegrasi dengan teknologi.

Peluang Magang, Riset, dan Karier

Dekan Fakultas Peternakan UNS juga menyoroti pentingnya jejaring yang dapat terbangun dari kegiatan ini. “Dari sebuah perkenalan hari ini, bisa saja terbuka kesempatan untuk magang, penelitian, kerja sama, maupun peluang karier di masa depan,”. Harapan tersebut sejalan dengan komitmen yang telah ditandatangani Chickin dan UNS dalam Memorandum of Understanding (MoU) pada Oktober 2025, yang mencakup program magang, proyek kolaboratif, dan riset bersama.

Antusiasme mahasiswa pun terlihat dari terselenggaranya sesi walk-in interview yang dapat dimanfaatkan bagi mereka yang tertarik mengembangkan karier bersama Chickin. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Fakultas Peternakan UNS dan Chickin Indonesia tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus diimplementasikan dalam program-program nyata yang memberdayakan mahasiswa.

Dengan terselenggaranya Chickin Goes to Campus, Fakultas Peternakan UNS kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri peternakan yang semakin digital dan berkelanjutan. 

Peternakan UNS, Excellent and Sustainable!

Scroll to Top