
Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Post-Doc Lecture bertajuk “Proteomic Data Analysis in Animal and Equine Reproduction Research: Insights from Sperm Studies” pada Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Athhar Manabi Diansyah, S.Pt. sebagai pemateri yang merupakan peserta Program Post-Doctoral UNS, dengan supervisor Prof. Dr. Agr. Ir. Sigit Prastowo, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng. Kuliah ilmiah ini menjadi wadah diseminasi hasil dan perkembangan riset terkini di bidang reproduksi ternak, khususnya pemanfaatan pendekatan proteomik untuk memahami mekanisme biologis yang berkaitan dengan fertilitas dan kualitas reproduksi hewan.
Dalam pemaparannya, Dr. Athhar menjelaskan konsep dan aplikasi analisis data proteomik sebagai pendekatan modern untuk mengidentifikasi protein-protein yang berperan sebagai biomarker pada sistem reproduksi ternak. Melalui studi kasus pada penelitian sperma, peserta diperkenalkan pada tahapan analisis data, interpretasi hasil, serta potensi pemanfaatannya dalam pengembangan teknologi reproduksi. Selain untuk bidang reproduksi, pendekatan proteomik juga memiliki prospek yang luas pada bidang produksi dan kesehatan ternak, terutama dalam pengembangan sistem deteksi berbasis biomarker.
Menurut Prof. Sigit Prastowo, perkembangan teknologi biomarker berbasis proteomik membuka peluang besar bagi transformasi sektor peternakan menuju precision livestock farming. Disampaikan bahwa pendekatan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memvalidasi kandidat-kandidat biomarker yang berpotensi diaplikasikan secara luas pada berbagai aspek peternakan, mulai dari reproduksi, produksi, hingga kesehatan ternak. “Biomarker yang teridentifikasi dapat menjadi dasar dalam membangun sistem diagnosis yang lebih cepat, akurat, dan berbasis bukti ilmiah, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam manajemen peternakan,” jelasnya. Beberapa contoh aplikasinya antara lain deteksi kebuntingan secara dini, identifikasi penyakit tertentu, evaluasi status kesehatan ternak, penentuan kualitas produk biologis, hingga pengembangan strategi manajemen dan pemuliaan ternak yang lebih presisi. Dengan demikian, teknologi proteomik tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu dasar, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan industri peternakan modern.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) Peternakan UNS serta mahasiswa Program Magister (S2) dari berbagai bidang, meliputi Peternakan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan Biosains. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap penerapan teknologi omics dalam mendukung kemajuan ilmu peternakan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Post-Doctoral Research Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, kapasitas riset, serta reputasi internasional UNS. Melalui kegiatan akademik semacam ini, UNS terus mendorong kolaborasi ilmiah dan transfer pengetahuan guna memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di sektor peternakan.
